::: Selamat Datang di Official Website KBIHU 'Aisyiyah Kulon Progo | Menjadi Pusat Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah yang Unggul, Amanah dan Mencetak Jamaah yang Mandiri serta Mabrur | Berhaji sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ

Mengenai Saya

Foto saya
KBIHU 'AISYIYAH Kulon Progo merupakan kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah milik Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kulon Progo yang disupport oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo, sudah melakukan bimbingan sejak tahun 2002.

JAMAAH HAJI BERTENGKAR SAAT ANTRIAN BUS

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Menjaga dan mengkondisikan lisan untuk,tidak mudah maràh, mencela, mengumpat ...

RELAWAN PASKURDA

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Assalamualaikum pak nyuwun cerita jadi relawan pendorong kursi roda pas umrah wajib ...

WC 3: LEBIH DARI SEKEDAR TEMPAT BERTEMU

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - WC 3 di Tanah Suci (Makkah) menjadi titik pertemuan favorit bagi jemaah haji ...

MANASIK ANAK DIDIK KE 40 TAHUN 2025

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Manasik yang ke 40 bagi lembaga Tahun 2025 ini. Manasik ...

HATI-HATI DI ESKALATOR YAA

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Dan semoga yg jatuh di eskalator td mlm baik2 sj ( sakit sedikit tdk mengapa ya bu ibu...

Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Mei 2025

TEMPAT MUSTAJAB DI MEKKAH

 





12 Lokasi yang Dianjurkan untuk Berdoa

Mekkah merupakan tempat suci bagi umat Islam, tidak hanya menjadi tujuan ibadah haji dan umrah, tetapi juga lokasi yang diberkahi untuk berdoa. Banyak ulama dan tokoh agama menyebutkan adanya tempat-tempat khusus di Mekkah yang diyakini sebagai lokasi doa mustajab, di mana doa lebih cepat dikabulkan. Artikel ini akan membahas tentang tempat doa mustajab di Makkah serta adab yang perlu diikuti ketika berdoa di tempat-tempat tersebut. Untuk itu simak selengkapnya artikel di bawah ini!

Tempat Doa Mustajab di Makkah

Hasan Bashri dalam suratnya menuliskan bahwa ada 12 tempat di Mekkah, khususnya di sekitar Ka’bah, di mana doa-doa lebih mudah terkabul. Berikut tempat-tempat mustajab di Mekkah untuk beroda:

1. Ketika Thawaf

Saat mengelilingi Ka’bah dalam rangkaian ibadah thawaf, doa yang dipanjatkan menjadi lebih mustajab. Rasulullah saw. juga sering kali berdoa saat thawaf, mengharapkan keberkahan dan ampunan dari Allah Swt. Maka ketika Anda lagi berthawaf maka berdoalah, karena waktu dan tempat tersebut mustajab untuk berdoa.

2. Ketika di Multazam

Multazam adalah tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Di sini, jamaah sering kali berusaha menempelkan tubuh mereka ke dinding Ka’bah, sambil memohon dengan penuh harap kepada Allah. Tempat ini sangat dianjurkan sebagai tempat untuk memanjatkan doa karena diyakini sebagai lokasi di mana doa-doa dikabulkan.

3. Di bawah Mizab (talang Ka’bah)

Mizab merupakan talang air yang berada di bagian atas Ka’bah. Berdoa di bawah Mizab sangat disarankan karena merupakan salah satu tempat yang diberkahi. Banyak jamaah yang berharap mendapatkan rahmat dan ampunan Allah di sini.

Baca Juga: Mengapa Kota Madinah Disebut Sebagai Tanah Haram?

4. Ketika berada di dalam Ka’bah

Masuk ke dalam Ka’bah merupakan pengalaman langka, dan jika seseorang diberi kesempatan, maka Ka’bah merupakan tempat mustajab untuk berdoa. Di tempat ini, para hamba Allah memiliki kedekatan spiritual yang sangat kuat dengan Sang Pencipta.

5. Ketika berada di Sumur Zamzam

Air Zamzam tidak hanya dikenal sebagai air yang suci, tetapi juga memiliki keutamaan bagi siapa saja yang meminumnya sambil berdoa. Doa yang dipanjatkan saat meminum air Zamzam diyakini memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

6. Ketika di Shafa & Marwah

Shafa dan Marwah adalah dua bukit yang menjadi bagian dari rukun Sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara keduanya sebanyak tujuh kali. Setiap kali tiba di salah satu bukit ini, jamaah dianjurkan untuk berhenti sejenak dan berdoa, mengingat tempat ini merupakan bagian dari sejarah perjuangan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

7. Saat Berlari di antara Shafa dan Marwah

Berlari-lari kecil di antara kedua bukit ini juga merupakan kesempatan untuk berdoa. Setiap langkah yang diambil di antara Shafa dan Marwah adalah bentuk ibadah yang sangat dihargai dalam Islam, sehingga doa-doa yang dipanjatkan di sini memiliki keistimewaan tersendiri.

8. Ketika berada di Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim yang terletak tak jauh dari hijir Ismail adalah sebuah batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri ketika membangun Ka’bah. Berdoa di tempat ini setelah menyelesaikan thawaf juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Ada Tujuh Gunung yang Mengelilingi Kota Suci Makkah

9. Ketika berada di Padang Arafah

Padang Arafah adalah tempat di mana puncak dari ibadah haji dilaksanakan. Pada hari Arafah, jamaah berkumpul untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah. Dikatakan bahwa doa-doa yang dipanjatkan di Arafah memiliki peluang sangat besar untuk dikabulkan. Sebagaimana yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585)

10. Ketika di Muzdalifah

Muzdalifah merupakan tempat di mana jamaah bermalam setelah meninggalkan Arafah. Di sini, para jamaah mengumpulkan kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah. Muzdalifah juga merupakan tempat yang baik untuk memanjatkan doa, terutama pada malam hari.

11. Ketika berada di Mina

Mina adalah lokasi utama pelaksanaan lempar jumrah. Selain itu, tempat ini juga dianjurkan untuk berdoa, terutama saat melontar jumrah, sebagai simbol dari penolakan terhadap godaan setan.

12. Ketika melempar Jumrah di tiga tempat

Saat melaksanakan lempar jumrah di tiga tempat (Ula, Wusta, dan Aqabah), jamaah juga dianjurkan untuk berdoa dengan sepenuh hati. Tindakan melontar jumrah adalah simbol dari pengusiran setan, dan doa-doa yang dipanjatkan di sini diyakini memiliki keutamaan yang besar.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa selain tempat-tempat tersebut masih ada tempat mustajab, yaitu Mathaf, yakni tempat thawaf, ketika memandang Ka’bah, dan Hathim. Selain itu tempat antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani bisa menghapus dosa dan menjadi tampat mustajabnya doa.

Senin, 26 Mei 2025

HAJI DAN KESEHATAN MENTAL


 Oleh : Dr. H. Tohari S,sy S.Th.I .M.S.I

Ketua Kafilah Haji KBIHU 'Aisyiyah Kulon Progo Yogyakarta

Kita diperintahkan untuk rajin ibadah bukan sekedar untuk mencari pahala. Ibadah memiliki tujuan moral dan etis. Dalam al-Qur’an misalnya, Allah katakan shalat mencegah perbuatan keji dan munkar. Puasa diwajibkan untuk menciptakan orang bertakwa. Puncak dari ketakwaan itu salah satunya berakhlak mulia. Zakat diwajibkan untuk membersihkan diri dan harta yang dimiliki, serta membantu orang yang kurang mampu. 

Syekh Ahmad Thayyib. Kalau ada orang beribadah, tapi masih melakukan keburukan terhadap masyarakat dan manusia ini petanda ibadahnya tidak manfaat. Kalau ada yang shalat, puasa, haji, zakat, tapi ibadahnya itu tidak melahirkan akhlak mulia makanibadahnya tidak akan bermanfaat di hari kiamat kelak. Malah itu akan menjerumuskan mereka ke dalam api neraka

Diantara kemuliaan tanah haram adalah akan dilipatgandakan pahala shalat di masjid di tanah tersebut. Khusus untuk tanah haram di Makkah, kita ketahui bahwa pahala shalat di Masjidil Haram adalah 100.000 kali dari shalat di masjid lainnya.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” 

(HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah.  Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)

Pesan nabi ini mampu mengerakkan kesadaran individual berlomba tiap hari sholat ke Masjid Alharam.

Hanya akan berbahaya pada diri personal dan orang lain jika tidak dikaitkan dengan petunjuk dalil lain dalam quran dan sunnah.

Ada dua kasus jamaah haji kesehatan mentalnya sakit :

1. Banyak jamaah haji sangat semangat ibadah ke Masjid Alharam namun tidak mengukurisasi dirinya akan nilai kekuatan fisiknya. Sehingga berdampak fatalisme. Belum menjalankan puncak haji sudah terkena sakit dadaan, jatuh saat berjalan,sakit lama kambuh dll. Akhirnya saran dokter wajib istirahat total dikamar sampai sembuh baru kemasjid. Jika belum sembuh akan dirujuk ke Rumah sakit Terdekat Al Haram.

Kondisi ini memaksa teman satu kamar, ketua regu dan karom tertahan melakukan tugas-tugas pokok harian di Makkah. Karena menjaga dan merawat individu yang sakit.

Pahamilah, bahwa suatu amal yang dikerjakan secara proposional (mudah dan lapang) itu lebih utama daripada amalan yang dikerjakan dengan cara takalluf (berlebih-lebihan) sehingga membebani diri melampaui batas kemampuan dirinya. Agama Islam adalah agama yang dilandasi dengan prinsip kemudahan.

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Jika Allah Ta’ala saja tidak membenani seseorang kecuali dengan apa yang hamba-Nya mampu, bagaimana mungkin seseorang ingin mengerjakan sesuatu di luar kemampuannya. Tidak mungkin syariat Islam mengajarkan suatu amalan yang melampaui batas.

2. Selama di Makkah jamaah haji akan diberi tugas-tugas pokok agar semua kebutuhan anggota regu stabil dan berjalan baik selama berhaji. Mulai ada tugas membuang sampah dikamar,mengambil minum dan makan anggota regu jamaah tiap hari.

Tugas-tugas ini sangat mulia dan ini tanda mabrurnya haji dimulai dari menjalankan tugas-tugas sosial dengan baik dan benar. Yaitu saling melayani,saling memahami dan saling memaafkan.

Namun dalam realitas ideal diatas akan menjadi mati dan berubah menjadi penyakit jika ada anggota jamaah haji hanya semangat ibadahnya bagus dan rajim namun giliran menjalankan tugas-tugas utama kebersamaan haji lalai, jarang buang sampah, maunya dilayani tapi tak mau melayani, bisanya menuntut tapi tak mau disalahkan.

Akhirnya anggota regu menjadi tersakiti dan ribut karena karakternya yang buruk dan keringnya nilai-nilai tujuan berhaji.

Inilah tugas utama para jamaah haji harus terus mengasah pisau kesadaran diri akan tujuan haji yang sedang dan telah dikerjakan.

Ibadah seseorang kepada Tuhannya (hablum minallah) tidak memiliki makna yang berarti manakala tidak dibarengi dengan kualitas hubungan kemanusiaan yang baik dengan sesamanya (hablum minannas).

“Hablum minallah bisa tidak memiliki makna berarti jika hablum minannas tidak terjaga dengan baik,” 

Islam mengajarkan bahwa orang yang bangkrut (muflis) adalah orang yang memiliki pahala begitu banyak karena ibadah yang dijalankannya, tapi karena banyak menyakiti hati sesamanya, Pahala tersebut menyusut bahkqn habis karena beralih kepada orang yang disakitinya karena lisan dan perbuatannya.

“Bahkan, kalau pahala yang dimilikinya sudah habis, maka dosa orang yang disakiti akan dialihkan kepadanya,” Artinya, (ini menunjukan) betapa agama Islam memberikan kedudukan aspek sosial yang luar biasa tingginya,”

Jika punya pahala kebaikan seperti pahala shalat dan puasa, maka akan dibagi-bagikan kepada mereka yang didzalimi di dunia dan belum selesai perkaranya artinya belum ada maaf dan memaafkan

Jika yang mendzalimi (mencela dan memaki) sudah habis pahalanya, maka dosa orang yang didzalimi akan ditimpakan dam diberikan kepada orang yang mendzalimi.

Inilah yang disebut dengan orang yang bangkrut atau “muflis” di hari kiamat. Adapun redaksi haditsnya sebagai berikut,

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?”

Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim).

Ibadah haji adalah sekolah atau tempat mengasah diri yang penuh keberkahan untuk membimbing jiwa, mensucikan hati, dan menguatkan iman.

Mari tulisan ini kita rutinkan bacaan doa ini,

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)” (QS. Al Imran: 8).


Wallahua'lam

Kamis, 22 Mei 2025

HIKMAH MANASIK HAJI





Apa Haji?
  • Haji Adalah : Mengujungi mekkah untuk mengerjakan ibadah thawaf, sai, wukuf di arafah, dan melakukan ibadah-ibadah lain untuk memenuhi perintah Allah dengan mengharap keridhannya. ( Sayyid Sabiq )

Apa itu Manasik?
  • Nasaka yansiku naskan :
  • Bermakna ibadah
  • Sembelihan untuk mendekatkan diri pada Aloh
  • Tata cara ibadah

Apa itu hikmah
  • Kata hikmah punya beberapa arti (lafazh musytarak).
  • Dalam Lisan al-Arab, Ibn Manzhur hikmah itu al-qadha, artinya memutuskan/menunaikan yang semestinya.
  • al-Mu’jam al-Wasîth, hikmah berasal dari kata hakama, bermakna melarang atau menghalangi (mana’a). Hukum itu dikatakan tegak jika menghalangi seseorang berbuat kezhaliman.
  • Hikmah adalah adil dalam memutuskan sesuatu. Hikmah adalah mengetahui hakikat segala sesuatu apa adanya, dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya (Mu’jam Taj al-Arus).

Hikmah Manasik Haji
  • Mengambil nilai-nilai kearifan/kebijaksanaan dalam pelaksanaan ritual Haji baik dari tata cara pelaksanaan ataupun nilai-nilai dari historis ritual haji
  • Dimensi ibadah haji yang perlu dipahami tidak hanya terfokus pada ritualnya semata, tapi juga hakikat dan pemaknaan dari seluruh ibadah yang diperintahkan Allah kepada manusia.

Ibadah haji
  • Haji adalah miniatur kehidupan
  • Manusia diberi kebabasan dalam memanfatkan potensi yang dimiliki (jiwa dan raga, waktu, harta dll) tetapi harus dan selalu dalam rangka beribadah kepada Alloh
  • Dalam memanfaatkan potensi manusia yag bebas itu kadang kala Alloh meminta secara khusus sesuai kehendak Alloh

Talbiyah dan pakaian ihram
  • Ketika kita memakai pakaian ihram dan mengumandangkan talbiyah, itu merupakan cerminan komitmen kita untuk datang memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. ‘’Pakaian ihram yang sama (dalam ketentuan) untuk seluruh jamaah haji juga memiliki makna bahwa kita semua sebagai umat Islam adalah sama di mata Allah.

Thowaf
  • Melaksanakan tawaf di Kabah dan berjalan mengitari Kabah sebanyak tujuh kali, memiliki makna bahwa umat Islam merupakan umat yang dinamis dan jujur. ‘’Tawaf yang dilaksanakan berpusat di baitulloh mencerminkan bahwa segala pekerjaan yang dilakukan oleh umat Islam hendaknya selalu dilaksanakan berdasarkan petunjuk Allah SWT.

Sa’i
  • Sedangkan berlari-lari kecil antara bukit Shafa den Marwah ketika sa’i, memiliki makna bahwa kita tidak boleh berputus asa terhadap rahmat Allah. ‘’Sama dengan Siti Hajar (istri Nabi Ibrahim) yang tidak berputus asa memohonkan keselamatan anaknya dan mencarikan air untuk anaknya, Ismail yang tengah menangis kehausan

Jamarat
  • Melempar Jumrah. yakni agar kita menjauhkan diri dari segala sifat buruk yang biasa dimiliki setan. ‘’Segala sifat iri, dengki, sombong, dan takabur merupakan sebagian dari sifat buruk yang terdapat dalam diri setan yang coba kita hilangkan dengan cara melempar jumrah.
  • Ritual haji tersebut pun mengandung makna yang sangat dalam. ‘’Mencukur rambut merupakan bukti syukur kita dan kepatuhan kita terhadap perintah Allah SWT dengan mengorbankan sesuatu yang amat kita sayangi. Dalam hal ini, mengorbankan hal yang kita cintai tersebut direpresentasikan oleh mencukur rambut.

Nasehat
  • Karena itulah, sebelum melaksanakan ibadah haji, para calon jamaah haji perlu meningkatkan pemahamannya tentang Islam maupun tatacara berhaji yang sebaik-baiknya. ‘’Lakukanlah persiapan dengan banyak membaca buku dan bertanya kepada orang yang telah pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya, karena ibadah haji merupakan ibadah yang apabila mampu wajib dilaksanakan sekali seumur hidup, maka perlu pemahaman ilmu keagamaan yang baik. ‘’Ketika kita sedang melaksanakan rukun haji seperti tawaf, sa’i, dan melempar jumrah kita harus memahami hakikat dari rukun yang kita laksanakan tersebut.