::: Selamat Datang di Official Website KBIHU 'Aisyiyah Kulon Progo | Menjadi Pusat Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah yang Unggul, Amanah dan Mencetak Jamaah yang Mandiri serta Mabrur | Berhaji sesuai tuntunan Rasulullah SAW

Mengenai Saya

Foto saya
KBIHU 'AISYIYAH Kulon Progo merupakan kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah milik Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kulon Progo yang disupport oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo, sudah melakukan bimbingan sejak tahun 2002.

JAMAAH HAJI BERTENGKAR SAAT ANTRIAN BUS

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Menjaga dan mengkondisikan lisan untuk,tidak mudah marĂ h, mencela, mengumpat ...

RELAWAN PASKURDA

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Assalamualaikum pak nyuwun cerita jadi relawan pendorong kursi roda pas umrah wajib ...

WC 3: LEBIH DARI SEKEDAR TEMPAT BERTEMU

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - WC 3 di Tanah Suci (Makkah) menjadi titik pertemuan favorit bagi jemaah haji ...

MANASIK ANAK DIDIK KE 40 TAHUN 2025

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Manasik yang ke 40 bagi lembaga Tahun 2025 ini. Manasik ...

HATI-HATI DI ESKALATOR YAA

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Dan semoga yg jatuh di eskalator td mlm baik2 sj ( sakit sedikit tdk mengapa ya bu ibu...

Sabtu, 02 Mei 2026

32 JAMAAH BERKURSI RODA SELESAIKAN UMRAH WAJIB

 

Madinah - Apresiasi yang tinggi patut disanjungkan kepada Tim Tanah Suci KBIHU Aisyiyah Kulon Progo, mulai dari ketua kafilah, pendamping serta pasukan relawan kursi roda. Bagaimana tidak? Bayangkan, membersamai jamaah berkebutuhan khusus dengan kursi roda dan tidak sedikit jumlahnya 32 orang. Tidak hanya membawa dirinya sendiri, namun juga harus memastikan bahwa semua jamaah berkursi roda yang dibawanya sampai diujung Bukit Marwa untuk melaksanakan tahallul. 

Semua prosesi umrah wajib tuntas dilaksanakan. "Puji syukur Alhamdulillah 32 jamaah dengan kebutuhan kursi roda semua tuntas melaksanakan umrah wajib", ungkap Najib  pada bimbinganhajiaisyiyah.org. melalui fasilitas voice note Whatsapp. Suara serak Najib sesekali terdengar menahan haru saat menceritakan proses umrah wajib tahun ini. 

Kebijakan yang diambil PPIH untuk Tahun 2026 adalah bahwa semua jamaah harus melaksanakan proses Tawaf dan Sai dalam waktu yang sama yaitu pada Kamis, 30 April 2026 selepas Sholat Isya. Sementara itu rencana awal yang telah disusun KBIHU Aisyiyah adalah bahwa hari pertama (Kamis, 30 April 2026) diperuntukkan bagi jamaah yang sehat dan hari kedua (Jumat, 1 Mei 2026) diperuntukkan bagi jamaah dengan kebutuhan khusus  kursi roda. Diungkapkan Najib, dengan adanya kebijakan dari PPIH tersebut maka diputuskan bahwa jamaah yang sehat tetap melaksanakan Tawaf di pelataran Kabah dilanjutkan dengan Sai dipimpin Ketua Rombongan. Sedangkan Jamaah dengan kursi roda melaksanakan prosesi Tawaf di Lantai 2 Masjidil Haram dan dilanjutkan dengan Sai dipimpin Ketua Kafilah.

"Sabar, berhusnudon pada Allah dan kekompakan tim KBIHU Aisyiyah Kulon Progo itu kuncinya", ujar Najib. Sepertinya berat, di lantai 2 dengan jarak tempuh yang lebih jauh, tentu menguras tenaga dan emosi. Ketua kafilah, pendamping dan relawan bahu membahu, saling berganti mendorong jamaah dibantu petugas kloter. Nyatanya Allah selesaikan semua prosesi. Tawaf yang sedianya akan dilaksanakan pada pukul 21.00 WAS, baru dimulai pada pukul 23.00 WAS dan selesai pada 02.00 WAS untuk jamaah yang sehat dan 04.00 WAS kurang lebih menjelng Sholat Subuh untuk jamaah berkursi roda.

Semua telah tuntas terselesaikan dengan baik. Sulit bagi manusia, nyatanya Allah mudahkan. Diakhir voice notenya Najib menggarisbawahi tentang pentingnya memahami tugas dan peran Tim Tanah Suci, mulai ketua kafilah, ketua rombongan serta ketua regu, semua terlibat dan dilibatkan. Tak mudah memang, butuh keikhlasan dalam menjalaninya karena sejatinya esensi ibadah haji tak sekedar menyelesaikan prosesi dan ritual fisik, tapi lebih jauh dari itu bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat, ada transformasi spiritual dan sosial yang nantinya dibawa pulang ke tanah air. Itulah Mabrur. (SAP)



Jumat, 01 Mei 2026

PROSESI UMRAH WAJIB KBIHU AISYIYAH


Madinah - Kamis, 30 April 2026 sekira pukul 06.00 WAS sejumlah 345 Jamaah Calon Haji Kloter 1 Yogyakarta Internasional Airport (YIA) siap tinggalkan Kota Nabi Madinah menuju Ke Mekkah Al Mukarramah untuk melaksanakan Umrah Wajib. Demikian diungkapkan H. Ahmad Najib, Ketua Kafilah KBIHU Aisyiyah Kulon Progo. "Jam 06.00  jamaah siap diberangkatkan", ungkap Najib.

Tampak sejak pukul 03.00 WAS, tas jamaah KBIHU Aisyiyah Kulon Progo telah berjajar rapi di pelataran Taiba Front Hotel, tempat jamaah Calon Haji Kloter 1 YIA ini menginap. Lebih lanjut Najib menambahkan bahwa jamaah Aisyiyah dalam keadaan sehat. Perjalanan Madinah ke Mekkah sendiri diperkirakan akan menempuh perjalanan 6 jam. Diharapkan jelang Sholat luhur Jamaah Calon Haji sudah sampai di Mekkah Al Mukarramah.

Najib mengingatkan tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan umrah wajib ini serta mengingatkan tentang larangan selama berpakaian ihram. Bagi jamaah putri yang sedang haid tetap melaksanakan proses umrah. "Tetap berpakaian ihram dan menjaga larangan ihram, tawaf dan sai bisa dilakukan saat sudah selesai haid", pesan Najib.

Sementara itu disinggung soal kesiapan jamaah Aisyiyah yang berkursi roda, Najib mengungkapkan bahwa. sejumlah 32 jamaah dengan kebutuhan kursi roda siap melaksanakan prosesi Umrah wajib. "Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya ada pendamping dan relawan Pasukan Kursi Roda (Paskurda) yang akan membantu jamaah," Jelasnya. 

Proses umrah wajib ini, mengambil miqot di Masjid Bir Ali kurang lebih berjarak 30 menit dari Madinah ke arah utara. Setalah melaksanakan sholat 2 rakaah di Masjid dilanjutkan menjatuhkan niat dan disepanjang perjalanan diharapkan untuk memperbanyak talbiyah. (SAP)


.

Senin, 27 April 2026

JELANG UMRAH, JAMAAH AISYIYAH HARUS SEHAT


Madinah - Alhamdulilllah, tak terasa hampir 5 Hari Kloter 1 Yogyakarta Internasional Airport berkegiatan di Madinah Al Munawwarah. Bismillahirohmanirohim, atas izin Allah Azza Wajalla, Senin Pukul 08.00 Waktu Arab Saudi kafilah Aisyiyah Kulon Progo agendakan rapat persiapan pendorongan jamaah dari Madinah ke Mekah.

Hadir dalam agenda tersebut Ketua Kafilah Aisyiyah H. Ahmad Najib, kemudian para ketua rombongan yang berjumlah 5. Beberapa pointer rapat diantaranya bahwa rapat dimaksud untuk menindaklanjuti koordinasi kloter dengan para karom yang telah dilaksanakan malam sebelumnya. Sementara itu,  pelaksanaan perpindahan jamaah haji Kloter 1 YIA ke Mekah sedianya akan dilaksanakan pada Hari Kamis 30 April 2026 Pukul 07.00 WAS, dan direncanakan akan menempuh perjalanan 6 jam sehingga insya Allah akan sampai di Mekkah kurang lebih Pukul 13.00 WAS. 

Beberapa strategi guna pelaksanaan umrah telah disusun, termasuk kesiapan kesehatan. "Jamaah Aisyiyah harus sehat", harap Ketua Kafilah Ahmad Najib yang juga sekretaris KBIHU Aisyiyah KUlon Progo Tersebut. Sedianya setibanya di Mekkah disepakati bahwa setelah salat isya, bagi jamaah yang sehat akan dilaksanakan prosesi Tawaf dan Sai, sementara itu bagi jamaah yang bertugas mendampingi jamaah berkursi roda diberikan opsi untuk  melaksanakan umroh bersamaan dengan jamaah yang sehat di hari pertama atau opsi yang kedua yaitu bersamaan dengan yang didampingi besok pada umroh yang kedua. "Boleh juga umroh ikut yang sehat terlebih dahulu baru kemudian di hari kedua berangkat lagi mendampingi jamaah berkursi roda pelaksanaannya", ungkap Najib.

Ditambahkan Najib, pelaksanaan Insya Allah setelah isya begitu tiba di Mekkah, kemudian yang kedua juga dilaksanakan setelah Isya sehari setelahnya. Opsi lain apabila memungkinkan akan kita dorong subuh besok pagi untuk agar jamaah tidak terlalu lama memakai pakaian ihram kemudian teknisnya adalah berbasis rombongan, ketua kafilah hanya mengawasi dan mengarahkan. "Untuk pelaksanaannya adalah ketua rombongan dibantu dengan ketua regu", pungkas Najib. 

PAYUNG NABAWI


Madinah - Jamaah Haji yang saat ini berada di Madinah sampai Hari Senin 27 April 2026 masih penasaran dengan proses mekar dan kuncupnya payung yang ada di area Masjid Nabawi. Hal ini bisa di lihat dari beberapa jamaah yang setia berada di komplek masjid menjelang dan sesudah sholat Fardhu lima waktu.  Payung yang berada di Halaman Masjid akan membuka dan menutup sesuai dengan keperluannya, akan tetapi jamaah haji bisa melihat peristiwa langka tersebut setiap matahari terbit dan matahari terbenam. 

Jamaah Haji yang berada di Masjid Nabawi ketika menunggu datangnya waktu surug, maka baik yang di dalam maupun diluar masjid akan melihat peristiwa langka tersebut pas matahari terbit. Mekarnya payung ini terjadi di pagi hari hanya sesaaat, kuncup sesaat dan mekar kembali ketika di pagi hari. Begitupun juga yang berada di dalam masjid maka kubah masjid pun akan terbuka bergeser beberapa saat dan akan menutup kembali. Adapun yang di halaman Masjid Nabawi akan menutup di sore hari ketika tenggelam dan akan mekar di pagi hari ketika matahari terbit. Purwanto salah satu jamaah haji dari KBIHU Aisyiyah Kapanewon Kalibawang menyampaikan “Momen ini memang kami tunggu, karena kami penasaran proses membukanya, dan ternyata tidak bersamaan, agar tidak bertabrakan, catatan saya memerlukan waktu sekitar 4 menit untuk sempurna” ujarnya