::: Selamat Datang di Official Website KBIHU 'Aisyiyah Kulon Progo | Menjadi Pusat Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah yang Unggul, Amanah dan Mencetak Jamaah yang Mandiri serta Mabrur | Berhaji sesuai tuntunan Rasulullah SAW

Mengenai Saya

Foto saya
KBIHU 'AISYIYAH Kulon Progo merupakan kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah milik Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kulon Progo yang disupport oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo, sudah melakukan bimbingan sejak tahun 2002.

JAMAAH HAJI BERTENGKAR SAAT ANTRIAN BUS

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Menjaga dan mengkondisikan lisan untuk,tidak mudah maràh, mencela, mengumpat ...

RELAWAN PASKURDA

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Assalamualaikum pak nyuwun cerita jadi relawan pendorong kursi roda pas umrah wajib ...

WC 3: LEBIH DARI SEKEDAR TEMPAT BERTEMU

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - WC 3 di Tanah Suci (Makkah) menjadi titik pertemuan favorit bagi jemaah haji ...

MANASIK ANAK DIDIK KE 40 TAHUN 2025

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Manasik yang ke 40 bagi lembaga Tahun 2025 ini. Manasik ...

HATI-HATI DI ESKALATOR YAA

KBIHU Aisyiyah Kulon Progo - Dan semoga yg jatuh di eskalator td mlm baik2 sj ( sakit sedikit tdk mengapa ya bu ibu...

Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2026

32 JAMAAH BERKURSI RODA SELESAIKAN UMRAH WAJIB

 

Madinah - Apresiasi yang tinggi patut disanjungkan kepada Tim Tanah Suci KBIHU Aisyiyah Kulon Progo, mulai dari ketua kafilah, pendamping serta pasukan relawan kursi roda. Bagaimana tidak? Bayangkan, membersamai jamaah berkebutuhan khusus dengan kursi roda dan tidak sedikit jumlahnya 32 orang. Tidak hanya membawa dirinya sendiri, namun juga harus memastikan bahwa semua jamaah berkursi roda yang dibawanya sampai diujung Bukit Marwa untuk melaksanakan tahallul. 

Semua prosesi umrah wajib tuntas dilaksanakan. "Puji syukur Alhamdulillah 32 jamaah dengan kebutuhan kursi roda semua tuntas melaksanakan umrah wajib", ungkap Najib  pada bimbinganhajiaisyiyah.org. melalui fasilitas voice note Whatsapp. Suara serak Najib sesekali terdengar menahan haru saat menceritakan proses umrah wajib tahun ini. 

Kebijakan yang diambil PPIH untuk Tahun 2026 adalah bahwa semua jamaah harus melaksanakan proses Tawaf dan Sai dalam waktu yang sama yaitu pada Kamis, 30 April 2026 selepas Sholat Isya. Sementara itu rencana awal yang telah disusun KBIHU Aisyiyah adalah bahwa hari pertama (Kamis, 30 April 2026) diperuntukkan bagi jamaah yang sehat dan hari kedua (Jumat, 1 Mei 2026) diperuntukkan bagi jamaah dengan kebutuhan khusus  kursi roda. Diungkapkan Najib, dengan adanya kebijakan dari PPIH tersebut maka diputuskan bahwa jamaah yang sehat tetap melaksanakan Tawaf di pelataran Kabah dilanjutkan dengan Sai dipimpin Ketua Rombongan. Sedangkan Jamaah dengan kursi roda melaksanakan prosesi Tawaf di Lantai 2 Masjidil Haram dan dilanjutkan dengan Sai dipimpin Ketua Kafilah.

"Sabar, berhusnudon pada Allah dan kekompakan tim KBIHU Aisyiyah Kulon Progo itu kuncinya", ujar Najib. Sepertinya berat, di lantai 2 dengan jarak tempuh yang lebih jauh, tentu menguras tenaga dan emosi. Ketua kafilah, pendamping dan relawan bahu membahu, saling berganti mendorong jamaah dibantu petugas kloter. Nyatanya Allah selesaikan semua prosesi. Tawaf yang sedianya akan dilaksanakan pada pukul 21.00 WAS, baru dimulai pada pukul 23.00 WAS dan selesai pada 02.00 WAS untuk jamaah yang sehat dan 04.00 WAS kurang lebih menjelng Sholat Subuh untuk jamaah berkursi roda.

Semua telah tuntas terselesaikan dengan baik. Sulit bagi manusia, nyatanya Allah mudahkan. Diakhir voice notenya Najib menggarisbawahi tentang pentingnya memahami tugas dan peran Tim Tanah Suci, mulai ketua kafilah, ketua rombongan serta ketua regu, semua terlibat dan dilibatkan. Tak mudah memang, butuh keikhlasan dalam menjalaninya karena sejatinya esensi ibadah haji tak sekedar menyelesaikan prosesi dan ritual fisik, tapi lebih jauh dari itu bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat, ada transformasi spiritual dan sosial yang nantinya dibawa pulang ke tanah air. Itulah Mabrur. (SAP)



Jumat, 01 Mei 2026

PROSESI UMRAH WAJIB KBIHU AISYIYAH


Madinah - Kamis, 30 April 2026 sekira pukul 06.00 WAS sejumlah 345 Jamaah Calon Haji Kloter 1 Yogyakarta Internasional Airport (YIA) siap tinggalkan Kota Nabi Madinah menuju Ke Mekkah Al Mukarramah untuk melaksanakan Umrah Wajib. Demikian diungkapkan H. Ahmad Najib, Ketua Kafilah KBIHU Aisyiyah Kulon Progo. "Jam 06.00  jamaah siap diberangkatkan", ungkap Najib.

Tampak sejak pukul 03.00 WAS, tas jamaah KBIHU Aisyiyah Kulon Progo telah berjajar rapi di pelataran Taiba Front Hotel, tempat jamaah Calon Haji Kloter 1 YIA ini menginap. Lebih lanjut Najib menambahkan bahwa jamaah Aisyiyah dalam keadaan sehat. Perjalanan Madinah ke Mekkah sendiri diperkirakan akan menempuh perjalanan 6 jam. Diharapkan jelang Sholat luhur Jamaah Calon Haji sudah sampai di Mekkah Al Mukarramah.

Najib mengingatkan tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan umrah wajib ini serta mengingatkan tentang larangan selama berpakaian ihram. Bagi jamaah putri yang sedang haid tetap melaksanakan proses umrah. "Tetap berpakaian ihram dan menjaga larangan ihram, tawaf dan sai bisa dilakukan saat sudah selesai haid", pesan Najib.

Sementara itu disinggung soal kesiapan jamaah Aisyiyah yang berkursi roda, Najib mengungkapkan bahwa. sejumlah 32 jamaah dengan kebutuhan kursi roda siap melaksanakan prosesi Umrah wajib. "Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya ada pendamping dan relawan Pasukan Kursi Roda (Paskurda) yang akan membantu jamaah," Jelasnya. 

Proses umrah wajib ini, mengambil miqot di Masjid Bir Ali kurang lebih berjarak 30 menit dari Madinah ke arah utara. Setalah melaksanakan sholat 2 rakaah di Masjid dilanjutkan menjatuhkan niat dan disepanjang perjalanan diharapkan untuk memperbanyak talbiyah. (SAP)


.

Senin, 27 April 2026

JELANG UMRAH, JAMAAH AISYIYAH HARUS SEHAT


Madinah - Alhamdulilllah, tak terasa hampir 5 Hari Kloter 1 Yogyakarta Internasional Airport berkegiatan di Madinah Al Munawwarah. Bismillahirohmanirohim, atas izin Allah Azza Wajalla, Senin Pukul 08.00 Waktu Arab Saudi kafilah Aisyiyah Kulon Progo agendakan rapat persiapan pendorongan jamaah dari Madinah ke Mekah.

Hadir dalam agenda tersebut Ketua Kafilah Aisyiyah H. Ahmad Najib, kemudian para ketua rombongan yang berjumlah 5. Beberapa pointer rapat diantaranya bahwa rapat dimaksud untuk menindaklanjuti koordinasi kloter dengan para karom yang telah dilaksanakan malam sebelumnya. Sementara itu,  pelaksanaan perpindahan jamaah haji Kloter 1 YIA ke Mekah sedianya akan dilaksanakan pada Hari Kamis 30 April 2026 Pukul 07.00 WAS, dan direncanakan akan menempuh perjalanan 6 jam sehingga insya Allah akan sampai di Mekkah kurang lebih Pukul 13.00 WAS. 

Beberapa strategi guna pelaksanaan umrah telah disusun, termasuk kesiapan kesehatan. "Jamaah Aisyiyah harus sehat", harap Ketua Kafilah Ahmad Najib yang juga sekretaris KBIHU Aisyiyah KUlon Progo Tersebut. Sedianya setibanya di Mekkah disepakati bahwa setelah salat isya, bagi jamaah yang sehat akan dilaksanakan prosesi Tawaf dan Sai, sementara itu bagi jamaah yang bertugas mendampingi jamaah berkursi roda diberikan opsi untuk  melaksanakan umroh bersamaan dengan jamaah yang sehat di hari pertama atau opsi yang kedua yaitu bersamaan dengan yang didampingi besok pada umroh yang kedua. "Boleh juga umroh ikut yang sehat terlebih dahulu baru kemudian di hari kedua berangkat lagi mendampingi jamaah berkursi roda pelaksanaannya", ungkap Najib.

Ditambahkan Najib, pelaksanaan Insya Allah setelah isya begitu tiba di Mekkah, kemudian yang kedua juga dilaksanakan setelah Isya sehari setelahnya. Opsi lain apabila memungkinkan akan kita dorong subuh besok pagi untuk agar jamaah tidak terlalu lama memakai pakaian ihram kemudian teknisnya adalah berbasis rombongan, ketua kafilah hanya mengawasi dan mengarahkan. "Untuk pelaksanaannya adalah ketua rombongan dibantu dengan ketua regu", pungkas Najib. 

PAYUNG NABAWI


Madinah - Jamaah Haji yang saat ini berada di Madinah sampai Hari Senin 27 April 2026 masih penasaran dengan proses mekar dan kuncupnya payung yang ada di area Masjid Nabawi. Hal ini bisa di lihat dari beberapa jamaah yang setia berada di komplek masjid menjelang dan sesudah sholat Fardhu lima waktu.  Payung yang berada di Halaman Masjid akan membuka dan menutup sesuai dengan keperluannya, akan tetapi jamaah haji bisa melihat peristiwa langka tersebut setiap matahari terbit dan matahari terbenam. 

Jamaah Haji yang berada di Masjid Nabawi ketika menunggu datangnya waktu surug, maka baik yang di dalam maupun diluar masjid akan melihat peristiwa langka tersebut pas matahari terbit. Mekarnya payung ini terjadi di pagi hari hanya sesaaat, kuncup sesaat dan mekar kembali ketika di pagi hari. Begitupun juga yang berada di dalam masjid maka kubah masjid pun akan terbuka bergeser beberapa saat dan akan menutup kembali. Adapun yang di halaman Masjid Nabawi akan menutup di sore hari ketika tenggelam dan akan mekar di pagi hari ketika matahari terbit. Purwanto salah satu jamaah haji dari KBIHU Aisyiyah Kapanewon Kalibawang menyampaikan “Momen ini memang kami tunggu, karena kami penasaran proses membukanya, dan ternyata tidak bersamaan, agar tidak bertabrakan, catatan saya memerlukan waktu sekitar 4 menit untuk sempurna” ujarnya

CITY TOUR MADINAH


Madinah - Jamaah Haji kloter 1 YIA hari ini, Sabtu 25 April 2026 secara Bersama-sama dengan jamaah yang lain melakukan City Tour Madinah (Ziyarah Tarikhiyah). Peserta kali ini selaln Kloter 1 Yogyakarta Internasional Airporr juga dari BTH 01, KJT 01, SUB 01, PLM 01, JKB 01, dan SOC 03. Sementara itu, Khusus Jamaah Bimbingan Ibadah Haji  dan Umroh Aisyiyah sedianya akan didampingi oleh 5 (lima) tour guide dari adik adik Mahasiswa Indonesia yang berada di mesih yang bergabung di PCIM Mesir yang merupakan salah satu ujud Kerjasama KBIHU Aisyiah DIY dan PCIM Mesih setiap Musim Haji. Salah satu layanan adalah memberikan pembimban atau guide kettika ziaroh maupun city tour dan peribadahan umroh. Adapun layanan PCIM Mesih tahunan haji di antaranya ; Muthawwif Cyity Tour Madinah, Muthawwif Ziarah Sekitar Masjid Nabawi, Muthawwif City Tour Makkah, Kajian, Transportasi City Tour Mekkah, snack City Tour Mekkah dan Madinah, Dokumentasi Kegiatan. Adapun layanan souvenir adalah salah satu AUM PCIM Mesih. Kelebihan yg ikut KBIHU Aisyiyah Jamaah kbihu Aisyiyah akan mendapat minum dan snack tambahan dari Kerjasama tsb. Sedangkan jamaah haji yang lain tdk memperoleh fasilitas tersebit. Salah yang mendampingi jamaah dari PCIM Mesir ust Alip, mnyebutkan bahwa ujuan city tour ini adalah Masjid Quba, toko / kebun Kurma, Jabal hud, parid kondaq, dan bebarapa kota atau tempat yang hanya di tunjukkan, tidak berhenti. (Nuris)

Jumat, 24 April 2026

BERBURU TIKET RAUDHOH



Madinah - Jamaah haji dari KBIHU Aisyiyah masuk dalam penerbangan Gelombang I dan saat ini telah berada di Kota Madinah. Kegiatan yang dilakukan diantaranya berkunjung ke makam Rosulullah tempat berdoa yang mustajab, diantara rumah Rasulullah dan Mimbar Masjid Nabawi. Saat ini seperti diketahui, untuk berkunjung ke raudhah diharuskan menggunakan aplikasi Nusuk. Semua jamaah baik ketika umroh di luar waktu haji maupun yang baru berhaji, mensyaratkan ketika akan masuk roudhoh harus menggunakan aplikasi Nusuk. Aplikasi ini untuk mempermudah jamaah agar ada kepastian  jamah bisa masuk dan nyaman dalam berdoa.  Berikut tata cara mendaftar adalah :

  1. Masuk atau unduh aplikasi NUSUK
  2. Install di HP masing-masing dan seperti aplikasi yang lain akan di minta mensertakan email untuk membuat akun usename dan password.
  3. Ketika sudah bisa masuk jamaah bisa mendaftarkan jadwal dan waktu yang tertera, posisi jadwal dengan warna, menentukan situasi antruan, hijau lenggang, Orien sibuk, merah padat. 
  4. Setelah mendafttar jamaah menunggu jawaban dari aplikasi akan di setujui atau tidak, apabila disetujui di waktu dan tanggal yang ada, maka jamaah harus antri masuk menggunakan pintu 37. 
  5. Untuk jamaah haji biasanya aplikasi akan meminta nomor passport untuk di jadwalkan, tapi disisi lain bagi jamaah jaji, biasanya pemerintah akan membuat jadwal semua jamaah haji berdasarkan kloter, tanpa nusuk. Saat ini informasi kebijakan nusuk, bisa di gunakan bebarapa kali, idak seperti dulu hanya seklau untuk masuk di roudhoh (dulu dalam 365 hari/setahun/sekali).
Salah satu jamaah haji dari Wates, Kuntadi menyampakan, bahwa saat ini belum ada jadwal khusus dari kloter, dan posisi belum mendaftar nusuk, tetapi di antrian pintu masuk sudah banyak yang antri. (Nuris)

Kamis, 23 April 2026

HARI PERTAMA JAMAAH AISYIYAH LAKUKAN ORIENTASI MASJID NABAWI


Madinah - Jamaah Calon Haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Aisyiyah Kabupaten Kulon Progo mengawali hari pertamanya di Madinah dengan ziarah diseputaran Masjid Nabawi.

Rabu 23 April 2026 selepas melaksanakan sholat subuh di Masjid Nabawi, masjidnya Nabi Muhammad SAW, dibawah komando Ketua Kafilah KIBHU Aisyiyah Kulon Progo, H Ahmad Najib ST melakukan orientasi wilayah dengan mengunjungi atau di kenal dengan ziarah diseputaran masjid. Kegiatan ini di maksudkan agar para Jamaah tidak bingung sekaligus bisa mengetahui tempat tempat yang bersejarah di sekitaran Masjid Nabawi Madinah. "Kegiatan hari ini adalah orientasi di seputaran Masjid Nabawi", ungkap Najib.

Sementara itu, kegiatan di ikuti oleh Jamaah KBIHU Aisyiyah Kabupaten Kulon Progo Kloter 1 Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Najib menambahkan bahwa, jamaah Aisyiyah sejumlah 187 orang semua dalam kondisi fit dan sehat. "Alhamdulillah semua fit dan sehat", ujarnya. Suhu udara di Madinah Rabu pagi berkisar 23 derajat, cukup dingin bagi Kota Madinah. Hadir membersamai kegiatan pagi ini,adik-adik Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, Haidar Shihabuddin, salam satu yang membersamai acara tersebut memberikan penjelasan terkait tempat bersejarah  diseputaran Masjid Nabawi diantaranya ke Makam Baqi', kemudian Masjid Ghomamah dan lain sebagainya. Melalui napak tulas tersebut diharapkan jamaah dapat mengenal sekitaran Masjid Nabawi termasuk diantaranya tempat untuk antri ketika masuk Raudhah, selain Raudhah juga memberikan lintasan Sejarah terkait Tarikh jaman para sahabat, serta lingkungan masjid pada saat ini.

Seluruh jamaah menyambut baik kegiatan ini.Selain napak tilas, kegiatan juga memberikan manfaat guna peregangan otot setelah melakukan perjalanan peawat yang lama. (Nuris)

Selasa, 21 April 2026

JAMAAH AISYIYAH KULON PROGO SIAP BERANGKAT


Selasa, 21 April 2026, tepat Pukul 05.55 WIB sejumlah 354 Jamaah Calon Haji dan 6 petugas kloter Kabupaten Kulon Progo diberangkatkan ke Embarkasi YIA. Jamaah Calon haji tersebut sedianya akan menempati Hotel Ibis Yogyakarta Internasional Airport.  Kegiatan diawali dengan sholat subuh  berjamaah, pelepasan jamaah oleh Bupati Kulon Progo dan diakhiri dengan doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo. Bupati Kulon Progo dalam sambutan pelepasannya berharap semua jamaah dalaam keadaan sehat dan dapat kembali ke Tanah Air dengan menyandang Haji Mabrur.

Sementara itu Ahmad Najib Ketua Kafilah Aisyiyah Kulon Progo menegaskan bahwa 187 Jamaah dari KBIHU Aisyiyah siap diberangkatkan. "Seluruh rangkaian manasik telah diupayakan optimal, dan Bismillah kita siap berangkat," ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan Najib bahwa seluruh persiapan mulai manasik regu, kelompok sampai dengan manasik kolosal diupayakan untuk memberikan gambaran kondisi proses Haji dan umrah di Tanah Suci. 

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana jamaah Calon Haji menuju ke Asrama Donohodan Boyolali ‎dengan menempuh 3 jam perjalanan,  Tahun ini Pukul 06.18 Jamaah telah sampai di Asrama yang berbasis hotel yaitu di pelataran belakang Hotel Ibis Yogyakarta Internasional Airport. Agenda dilanjutkan dengan acara penerimaan, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, pembagian livingcost, pembagian kamar, dan diperkirakan selesai pada pukul 11.00 WIB. DisisI lain ‎Jam 10.30 WIB akan ada pemantapan karu dan karom, pungkas Najib. (SAP)

Selasa, 03 Juni 2025

MENJELANG ARMUZNA, DISTRIBUSI MAKAN DIHENTIKAN?



Menjelang Armuzna, distribusi makanan kotak di hotel juga akan dihentikan dan diganti dengan makanan siap saji yang sedang dan akan secara bertahap dibagikan kepada jemaah.

Jelang Armuzna, kota Makkah akan padat dan sulit untuk mendistribusi makanan. "Oleh karena itu, untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi selama masa terbatas ini, PPIH telah menyiapkan makanan siap saji (ready to eat) yang sudah dipastikan cukup gizi, higienis, praktis dan insyaAllah sesuai dengan selera jemaah haji Indonesia," katanya. Makanan siap saji ini dikonsumsi diberikan untuk enam kali makan, yaitu :

  • 7 Zulhijjah / Selasa, 3 Juni 2025 sejumlah 3 kali makan dengan menu pagi: Nasi Uduk, siang: Nasi Putih dan Semur Daging dan .alam: Nasi Putih dan Semur Ayam.

  • 8 Zulhijjah / Rabu, 4 Juni 2025 sekali makan dengan menu Pagi: Nasi Uduk. (siang dan berikutnya jemaah akan dapat konsumsi di Arafah)

-13 Zulhijjah / Senin, 9 Juni 2025, dua kali makan dengan menu siang: Nasi Putih dan Opor Ayam dan malam: Nasi Putih dan Rendang Ayam.

Hatim menjelaskan, makanan siap saji ini dapat langsung dikonsumsi. Namun, supaya lebih enak, untuk nasi disarankan untuk direndam 5 - 10 menit sebelum dimakan. Sementara lauknya bisa disantap tanpa dipanaskan terlebih dahulu.

"Kami ingatkan bahwa begitu kemasan dibuka, makanan harus segera dikonsumsi. Tidak boleh disisakan untuk dimakan berikutnya. Hal ini demi menjaga kualitas makanan," jelasnya.

Persiapan Menuju Arafah

Jemaah akan mulai bergerak menuju Arafah pada Rabu, 4 Juni 2025. Hatim mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Dia menyebutkan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu :

  • Jaga stamina. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang tersedia;
  • Siapkan perlengkapan sejak malam sebelumnya, seperti pakaian ihram, identitas diri (misalnya kartu Nusuk), obat-obatan pribadi, masker, dan pelindung panas, buku doa, AlQuran, telepon seluler, charger, power bank dan lain sebagainya;
  • Ikuti arahan petugas kloter dan sektor. Jangan panik, karena pemberangkatan dilakukan secara bertahap;
  • Bawa bekal air minum dan makanan ringan jika diperlukan.

Sabtu, 31 Mei 2025

Apa itu Haji Akbar?

 Apa yang dimaksud haji Akbar?

Sebagian orang menganggap bahwa haji akbar adalah karena wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat. Ada pula yang menganggap karena hari raya Idul Adha bertepatan dengan hari Jumat. Apa yang dimaksud haji Akbar yang benar?

Penyebutan haji Akbar ini terdapat dalam ayat berikut,

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At Taubah: 3).

Ada beberapa pendapat para ulama dalam pengertian Haji Akbar ini. Disebutkan oleh Ath Thobari beberapa pendapat berikut.

1- Haji Akbar adalah hari Arafah.

2- Haji Akbar adalah hari Nahr (Idul Adha).

3- Haji Akbar adalah seluruh hari haji, tidak ada ada hari tertentu.

4- Haji Akbar (haji besar) adalah haji itu sendiri, sedangkan haji ashgor (haji kecil) adalah umrah. (Lihat Jami’ Al Bayan ‘an Ta’wili Ayil Quran – Tafsir Ath Thobari, 10: 86-97)

Imam Asy Syaukani berkata, “Para ulama berselisih pendapat dalam penentuan hari haji Akbar yang dimaksud dalam ayat. ‘Ali bin Abi Tholib, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abi Aufa, Al Mughiroh bin Syu’bah, Mujahid menyatakan bahwa haji Akbar adalah hari Nahr saat qurban disembelih yaitu Idul Adha. Pendapat inilah yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari. Ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud haji Akbar adalah hari Arafah. Yang berpendapat demikian adalah ‘Umar, Ibnu ‘Abbas dan Thowus. Pendapat pertama, yaitu haji Akbar adalah hari Nahr (Idul Adha), itulah yang lebih kuat pendapatnya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan pada orang yang ia utus untuk menyampaikan pada orang musyrik pada hari nahr.” (Fathul Qodir, 2: 278)

Dari penjelasan di atas jelaslah yang lebih kuat, haji Akbar adalah hari Idul Adha itu sendiri. Di sini tidak ada kaitannya apakah wukuf di hari Jumat ataukah Idul Adha di hari Jumat. Wallahu a’lam.

 https://rumaysho.com/8971-haji-akbar.html

NIAT BAIK TAPI TIDAK TERLAKSANA, PERCUMAKAH?

 

Hadits Al-Arbain An-Nawawiyah #37

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ -فِيْمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى-، قَالَ: «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ: فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ.

وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً» رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِي صَحِيْحَيْهِمَا بِهَذِهِ الحُرُوْفِ.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Tabaraka wa Ta’ala. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa yang berniat melakukan kebaikan lalu tidak mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat mengerjakan kebaikan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus lipat hingga perlipatan yang banyak. Jika dia berniat melakukan keburukan lalu tidak jadi mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat melakukan keburukan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu sebagai satu keburukan.” (HR. Bukhari, no. 6491 dan Muslim, no. 131 di kitab sahih keduanya dengan lafaz ini).

 

Jumat, 30 Mei 2025

5 Perbedaan Nafar Awal dan Nafar Tsani dalam Ibadah Haji

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting bagi umat Muslim. Setiap tahun, jutaan jemaah dari seluruh dunia beseingrkumpul di tanah suci untuk melaksanakan serangkaian ritual yang telah ditetapkan. Salah satu tahapan penting dalam ibadah haji adalah melontar jumrah di Mina, yang melambangkan penolakan terhadap godaan setan. Dalam pelaksanaannya, terdapat dua istilah yang  terdengar, yaitu nafar awal dan nafar tsani. Keduanya berkaitan dengan waktu dan tata cara meninggalkan Mina setelah melaksanakan lontar jumrah.

Bagi Anda yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji, istilah nafar awal dan nafar tsani mungkin terasa asing. Namun, memahami perbedaan nafar awal dan nafar tsani sangat penting karena hal ini akan mempengaruhi lamanya waktu Anda berada di Mina dan tata cara pelaksanaan lontar jumrah. Langsung saja simak pembahasannya di bawah ini!

Perbedaan Nafar Awal dan Nafar Tsani

Nafar awal dan nafar tsani mengacu pada dua pilihan waktu bagi jemaah haji untuk meninggalkan Mina setelah melontar jumrah. Keduanya memiliki aturan yang berbeda, terutama terkait jumlah hari dan jumlah lontaran batu kerikil yang harus dilakukan. Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini akan membantu Anda menentukan pilihan yang sesuai dengan kemampuan fisik dan kondisi perjalanan Anda.

1. Pengertian Nafar Awal dan Nafar Tsani

Nafar awal adalah opsi bagi jemaah haji yang memilih untuk meninggalkan Mina lebih awal, yaitu pada tanggal 12 Zulhijah setelah melempar jumrah pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah. Setelah melempar jumrah pada hari kedua Tasyrik, jemaah dapat langsung meninggalkan Mina menuju Makkah, asalkan sebelum matahari terbenam. Jika jemaah tidak sempat meninggalkan Mina sebelum waktu Magrib, maka mereka harus melanjutkan lontar jumrah hingga tanggal 13 Zulhijah dan secara otomatis mengambil nafar tsani.

Sebaliknya, nafar tsani adalah pilihan untuk menyelesaikan seluruh lontaran jumrah, termasuk pada tanggal 13 Zulhijah. Jemaah yang memilih nafar tsani akan tinggal di Mina satu hari lebih lama dan melempar jumrah pada tiga hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Dengan demikian, nafar tsani memberikan kesempatan bagi jemaah untuk menyelesaikan seluruh rangkaian lontar jumrah hingga hari terakhir.

2. Jumlah Hari Pelaksanaan

Perbedaan pertama yang mencolok antara nafar awal dan nafar tsani adalah jumlah hari pelaksanaannya. Bagi jemaah yang mengambil nafar awal, mereka hanya akan berada di Mina selama dua hari Tasyrik, yaitu tanggal 11 dan 12 Zulhijah. Sedangkan bagi jemaah yang memilih nafar tsani, mereka akan tinggal di Mina selama tiga hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Dalam hal ini, jemaah yang memilih nafar awal dapat menyelesaikan ibadah haji lebih cepat, yaitu selama empat hari, termasuk tanggal 9 hingga 12 Zulhijah. Sedangkan jemaah yang memilih nafar tsani akan menyelesaikan ibadah haji dalam lima hari, yaitu hingga tanggal 13 Zulhijah. Pilihan ini tergantung pada kondisi jemaah dan kemampuan fisik mereka untuk melanjutkan lontar jumrah pada hari ketiga Tasyrik.

3. Jumlah Batu Kerikil yang Dilempar

Selain jumlah hari, perbedaan lainnya terletak pada jumlah batu kerikil yang dilemparkan saat melontar jumrah. Pada nafar awal, jemaah haji melempar jumrah pada tiga lokasi setiap harinya, yaitu Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah, masing-masing dengan tujuh lemparan. Jumlah total batu yang dilemparkan pada nafar awal adalah 49 butir, yang terdiri dari 7 butir pada hari pertama (10 Zulhijah) dan 21 butir masing-masing pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah.

Di sisi lain, pada nafar tsani, jemaah haji akan melontar jumrah pada tiga hari Tasyrik, dengan total 70 butir batu kerikil. Rinciannya adalah 7 butir pada tanggal 10 Zulhijah dan 21 butir pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Jumlah batu kerikil yang lebih banyak pada nafar tsani menunjukkan bahwa jemaah haji yang memilih opsi ini akan menyelesaikan lontar jumrah sepenuhnya hingga hari terakhir di Mina.

4. Waktu Meninggalkan Mina

Jemaah yang mengambil nafar awal harus meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam pada tanggal 12 Zulhijah. Jika mereka masih berada di Mina setelah waktu Magrib, maka mereka wajib melanjutkan ibadah hingga tanggal 13 Zulhijah dan otomatis masuk ke dalam nafar tsani. Sementara itu, jemaah yang mengambil nafar tsani dapat meninggalkan Mina kapan saja pada tanggal 13 Zulhijah setelah menyelesaikan lontar jumrah.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa nafar awal memberikan fleksibilitas waktu yang lebih singkat, sedangkan nafar tsani membutuhkan komitmen lebih lama karena jemaah harus melanjutkan ibadah hingga hari terakhir di Mina.

5. Dasar Hukum dan Hikmah

Perbedaan antara nafar awal dan nafar tsani dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al-Baqarah ayat 203. Allah Swt berfirman:

۞ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۚوَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ ٢٠٣

“Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Siapa yang mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, tidak ada dosa baginya. Siapa yang mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.” (QS Al-Baqarah: 203)

Ayat ini memberikan kelonggaran bagi jemaah haji untuk memilih apakah akan mengambil nafar awal atau nafar tsani, sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka. Tidak ada dosa bagi yang memilih salah satu dari kedua opsi tersebut, asalkan ibadah haji dilaksanakan dengan penuh ketakwaan.

Hikmah dari adanya perbedaan nafar awal dan nafar tsani adalah memberikan kemudahan bagi jemaah haji. Mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi fisik yang lemah dapat memilih nafar awal, sedangkan mereka yang mampu melanjutkan ibadah hingga hari terakhir dapat memilih nafar tsani. Dengan demikian, ibadah haji menjadi lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan jemaah.


Sumber bpkh.go.id

Kamis, 29 Mei 2025

BOLEHKAH LEMPAR JUMROH DIWAKILKAN?



Lempar jumrah dapat diwakilkan oleh jamaah haji yang tidak mampu melempar sendiri karena sakit atau karena alasan lain

Lebih Detail:

  • Kewajiban Melempar Jumrah:
    Melempar jumrah adalah salah satu wajib haji yang wajib dilaksanakan. Jika seseorang tidak melempar jumrah, ia wajib membayar dam (denda) atau fidyah sebagai pengganti. Namun, bagi jemaah yang berhalangan atau tidak mampu melempar jumrah sendiri, dapat dibadalkan oleh orang lain
Boleh Diwakilkan:
  • Jika ada jamaah yang tidak mampu melempar jumrah karena sakit atau karena alasan lain, maka boleh mewakilkan kepada orang lain. 
Syarat Mewakilkan:
  • Orang yang mewakilkan harus melempar jumrah untuk dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mewakili jamaah lain. 
Pentingnya Mematuhi Jadwal:
  • Muhammadiyah mengingatkan jamaah haji untuk mematuhi jadwal melempar jumrah yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Haji. 
Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah:
  • Lempar jumrah dilakukan di tiga tempat: Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. 

SAFARI WUKUF (WUKUFNYA ORANG SAKIT)

Safari Wukuf adalah fasilitas khusus yang diberikan kepada jemaah haji yang sakit atau memiliki keterbatasan aktivitas fisik sehingga tidak bisa wukuf di Padang Arafah secara mandiriJemaah yang mengikuti Safari Wukuf akan diperjalankan dengan mobil atau ambulans khusus ke Padang Arafah dan tetap berada di dalam kendaraan saat waktu wukuf berlangsung, sehingga tetap bisa melaksanakan ibadah wukuf meskipun tidak bisa berjalan atau berdiri. 

Lebih detailnya, berikut beberapa hal tentang Safari Wukuf:

  • Tujuan:
    Memberikan kesempatan bagi jemaah haji yang sakit atau memiliki keterbatasan fisik untuk tetap dapat melaksanakan wukuf di Arafah. 
Pelaksanaan:
  • Jemaah yang mengikuti Safari Wukuf akan dibawa dengan mobil atau ambulans khusus ke Arafah. Mereka tetap berada di dalam kendaraan saat waktu wukuf berlangsung, sehingga tetap dapat beribadah wukuf. 
  • Kriteria:
    Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh jemaah haji untuk dapat mengikuti Safari Wukuf, seperti:
  • Penyakit yang tidak dalam kondisi akut dan tidak menular. 
  • Kesadaran yang baik. 
  • Sistem sirkulasi yang stabil. 
  • Saturasi oksigen yang memadai. 
  • Kemampuan untuk ditransportasikan tanpa memperburuk kondisi. 
Hukum:
  • Melaksanakan wukuf dengan cara disafariwukufkan hukumnya tetap wajib.
Safari Wukuf merupakan sebuah terobosan bagi jemaah haji yang memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk wukuf di Arafah secara mandiri. Layanan ini memungkinkan jemaah haji yang sakit tetap dapat melaksanakan ibadah wukuf, sehingga mereka tetap dapat mencapai tujuan haji mabrur. 

APA ITU MURUR DAN TANAZUL?

Murur dan tanazul adalah dua inovasi dalam manajemen pergerakan jemaah haji yang diterapkan Kemenag untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi ibadah haji, terutama saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan MinaMurur memungkinkan jemaah melintasi Muzdalifah tanpa harus bermalam, sementara tanazul memungkinkan jemaah yang menginap di hotel dekat area Jamarat untuk kembali ke hotel setelah melontar Jumrah Aqabah dan tidak perlu kembali ke tenda di Mina. 

Elaborasi:

  • Murur:
    Murur adalah kebijakan yang memungkinkan jemaah untuk melintasi Muzdalifah tanpa bermalam setelah wukuf di Arafah, langsung menuju Mina. Ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah dan potensi risiko kesehatan akibat kepadatan dan cuaca. Murur biasanya dilakukan setelah Maghrib, memungkinkan jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina dengan lebih cepat dan nyaman. 
Tanazul:
  • Tanazul adalah kebijakan yang memungkinkan jemaah yang tinggal di hotel dekat area Jamarat (tempat lontar jumrah) untuk kembali ke hotel setelah melontar Jumrah Aqabah dan tidak perlu bermalam di tenda Mina. Ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah, terutama jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Skema ini bersifat opsional dan tidak diwajibkan bagi seluruh jemaah. 
Manfaat Murur dan Tanazul:
  • Efisiensi waktu:
    Murur dan tanazul memungkinkan jemaah untuk menyelesaikan proses ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan lebih efisien dan hemat waktu. 
  • Pengurangan kepadatan:
    Murur membantu mengurangi kepadatan di Muzdalifah, sementara tanazul mengurangi kepadatan di tenda Mina.
  • Peningkatan kenyamanan:
    Kedua skema ini memberikan kenyamanan bagi jemaah, terutama jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. 
  • Peningkatan pelayanan:
    Murur dan tanazul menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan haji yang lebih baik dan terorganisi

PROSESI IBADAH HAJI

 



IBADAH HAJI DIMULAI TANGGAL 8 DZULHIJJAH.

Di hotel Makkah: Potong kuku dan mandi besar, ini termasuk dilakukan wanita yang sedang haid, kemudian memakai parfum di badan dan rambut kepala, bukan meminyaki pakaian ihrAm. (berdasar hadits dari ‘Aisyah riwayat Al Bukhori, Muslim)

Kemudian berpakaian ihrom. TIDAK ADA SHOLAT SUNNAH IHRAM HAJI. Naik Bus menuju perkemahan Mina. Setelah bus mulai berangkat, kemudian berniat haji dalam hati, sambil melafalkan :

لَبَّيْكَ  وَحَجًّا

Labbaika Hajjan

 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ.لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ.إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكُ.لاَ شَرِيْكَ لَكَ


Labbaikalloohumma Labbaik Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik Innal Hamda Wan Ni’mata, Laka Wal Mulk Laa Syariika Lak

Ya Alloh Aku Datang Memenuhi Panggilanmu Aku Penuhi Panggilanmu Tiada Sekutu Bagimu Bagimu Aku Memenuhi Panggilanmu Sungguh Pujian,    Kenikmatan    Dan    Kerajaan    Hanya Bagimu Tiada Sekutu Bagimu (Berdasar hadits dari Abdulloh bin Umar riwayat Bukhori: 1549, Muslim: 2868)

Menuju Mina untuk mabit Tarwiyah. Selama ihrom saling mengingatkan semua larangan:

1.       hubungan seks,

2.       memakai parfum,

3.       potong kuku,

4.       cabut rambut,

5.       merusak pepohonan,

6.       memburu dan membunuh binatang halal yang liar

7.       wanita menutup wajah dan tangan.

8.       laki-laki menutup kepala dan mata kaki.

9.       memakai pakaian berjahit

Jika melanggar salah satu dari 8 larangan tersebut (selain hubungan seks), harus membayar dam, pilihlah salah satu dari 3 dam:

1. menyembelih seekor kambing

2. atau puasa 3 hari

3. atau memberi makan/bahan makan 6 orang fakir- miskin, masing-masing ½ sha’ (1¼ kg) bahan makan, kurang lebih setiap fakir miskin seharga 20 reyal (seharga 20 reyal ini diukur dengan harga satu porsi makan kenyang)

Larangan lain :

-          Berbuat maksiat dan berbantah-bantahan

-          Nikah dan menikahkan

 Catatan:

Apabila berhubungan seks, damnya menyembelih seekor  unta dan hajinya batal.

 MENUJU MINA UNTUK MABIT TARWIYAH

Kegiatan mabit tarwiyah didominasi ibadah.

Dimulai sholat Dhuhur jamaah tepat waktu, diqoshor, 2 rokaat, tanpa dijama’.

Bertalbiyah/pengajian/kultum ba’da sholat.

Sholat Ashar berjamaah tepat waktu, dengan diqoshor, 2 rokaat.

Bertalbiyah/pengajian/kultum ba’da sholat. Sholat Maghrib berjama’ah, tepat waktu.

Bertalbiyah/pengajian/kultum ba’da sholat.

Sholat Isya’ berjamaah tepat waktu dengan diqoshor, 2 rokaat.

Bertalbiyah/pengajian/kultum ba’da sholat. Sholat Shubuh berjamaah.

Bertalbiyah/pengajian/kultum ba’da sholat.

(Berdasar hadits dari Ibnu Mas’ud, riwayat Al Bukhori)

Setelah sholat Shubuh (tgl 9 Dzulhijjah) siap-siap menuju Arofah.

Kemudian naik Bus menuju Arofah sambil bertalbiyah, diselingi takbir hari raya.

(berdasar hadits dari Jabir riwayat Muslim)

 WUKUF DI ARAFAH (9 Dzulhijjah)

Kegiatan didominasi ibadah, kurangi senda gurau, rofats, fusuq, jidal. Ibadah wuquf dimulai masuk waktu Dhuhur.

Diawali dengan dzikir dan doa semampunya, sendiri- sendiri.

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه

لَه اْلمُلْكُ وَلَه اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaaha Illallooh Wahdahuu Laa Syariikalah, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai in Qodiir.

Tidak ada tuhan selain allah yang esa, tiada sekutu baginya baginya kerajaan dan baginya pujian dan dia atas segala sesuatu berkuasa

(berdasar hadits dari Amar bin Syu’aib riwayat Ahmad Tur- mudzi : 300)

IBADAH WUQUF DIMULAI SAAT MASUK WAKTU DHUHUR

Diawali dengan khutbah wukuf satu kali. Selesai khutbah, muadzin menyuarakan adzan. Diteruskan iqomah   untuk jama’ah sholat Dhuhur dua roka’at. Iqomah lagi, untuk jama’ah shalat Ashar, dua roka’at. (Jama’ taqdim qoshor).

DILANJUTKAN DZIKIR DAN DOA LAGI SEMAMPU- NYA SENDIRI-SENDIRI.

Menjelang Maghrib, berkumpul untuk berdo’a menghadap qiblat sambil mengangkat tangan.

Sesudah Maghrib naik bus menuju Muzdalifah, sambil bertalbiyah

MABIT DI MUZDALIFAH. (Malam tanggal 10 Dzuhijjah) Selama mabit kegiatan didominasi istirahat.

Mula-mula sholat Maghrib dan Isya’ jama’ ta’khir qoshor. 

Menjelang pagi, berdoa menghadap kiblat, sambil mengangkat tangan. (berdasar hadits dari Jabir riwayat Muslim) Naik Bus menuju Mina, sambil talbiyah.

MABIT DI MINA SELAMA HARI TASYRIQ

(10 Dzulhijjah sampai 12 atau 13 Dzulhijjah)

Sampai di Mina istirahat sejenak, untuk persiapan melakukan tahallul HAJI.

TAHALLUL HAJI TAMATTU’ ada empat:

Thowaf Ifadhoh, lempar jumroh ‘Aqobah, cukur, dan menyembelih hadyu.

Apabila sudah melakukan 2 amalan dari 4 amalan tersebut maka disebut tahallul awal. Orang yang berhaji sudah terbebas dari larangan ihrom kecuali hubungan seks.

Apabila ke 4 amalan sudah selesai dilakukan disebut tahallul tsani.

Catatan:

Penyembelihan hadyu dimulai tanggal 10 s.d. 13 Dzulhijjah.

MELEMPAR JUMROH AQOBAH

Pilihlah waktu melempar Jumroh Aqobah sesudah Shubuh atau sesudah ‘Ashar (berdasar hadits dari Ibnu Abbas riwayat Al Bukhori)

Sebenarnya yang afdhol adalah antara jam 9 s.d. 11, namun amat sangat rawan bagi keselamatan, karena berjuta orang memilih waktu afdhol ini. Membawa 7 buah kerikil, dari perkemahan jalan kaki bersama sambil bertalbiyah (berdasar hadits dari Fadhil bin Abbas riwayat Muslim )

CARA MELEMPAR:

Kerikil dipegang dengan jari telunjuk dan ibu jari kanan dengan gaya melempar, yaitu kerikil diayun dekat telinga kanan lalu kerikil dilemparkan. Mulai melempar pertama, dengan bacaan:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

BISMILLAAHI WALLOOHU AKBAR

Dengan Nama Alloh, Alloh Yang Maha Besar

Melempar kedua sampai dengan ketujuh, setiap melempar  sambil mengucap:

اللهُ أَكْبَرُ

ALLOOHU AKBAR

(berdasar hadits dari Jabir riwayat Muslim). Setiap selesai satu lemparan, mengucap:

 

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allahummaj’alhu hajjan mabruron, wa dzanban maghfuron.

Ya alloh jadikanlah hajji mabrur dan dosa Yang diampuni (berdasar hadits dari mughiroh riwayat  ahmad)

Selesai melempar Jumroh Aqobah, tidak ada doa apapun, bacaan talbiyah dihentikan.

Pulang ke kemah sambil takbir hari raya.

Kemudian masih dalam keadaan berpakaian ihrom cukur gundul, selesai cukur ganti pakaian biasa.

Berarti bebas semua yang dilarang selama ihrom, kecuali hubungan seks.

TETAP DI KEMAH MINA UNTUK MABIT HARI TASYRIQ  (yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah)

Pada tgl 11, 12, 13 setiap hari melempar 3 jumroh, waktunya ba’da Dhuhur, karena sangat berdesakan, pilihlah waktu yang nyaman, yaitu sesudah ‘Ashar. Siapkan 21 kerikil, berjalan kaki, sambil bertakbir menuju JAMAROT (tempat pelemparan)

TANGGAL 11 DZULHIJJAH.

Membawa 21 kerikil, berangkat bersama sambil bertakbir hari raya.

Melempar 3 Jumroh: Dimulai melempar Jumroh ULAA 7 kali, cara dan bacaannya sama dengan ketika melempar Jumroh Aqobah.

Sesudah melempar Jumroh ULAA lalu ke arah menyamping bersama-sama, untuk berdoa sendiri-sendiri.

Lalu melempar Jumroh WUSTHO 7 kali, bacaannya sama dengan ketika melempar jumroh ULAA.

Selesai melempar Jumrah WUSTHO lalu ke arah menyamping bersama-sama, untuk berdoa sendiri-sendiri.

Lalu melempar AQOBAH 7 kali, cara dan bacaannya sama dengan ketika melempar Jumroh WUSTHA.

Selesai melempar Jumroh AQOBAH tidak berdoa langsung pulang bersama-sama sambil bertakbir hari raya.

TANGGAL 12 DZULHIJJAH.

Membawa 21 kerikil atau lebih, berangkat bersama sambil bertakbir hari raya.

Melempar 3 Jumroh, pilih waktu ba’da Ashar.

Caranya sama dengan ketika melempar tanggal 11. Pulang bersama-sama sambil bertakbir hari raya.

Jika mabit sampai tanggal 12 kemudian pulang kembali ke hotel Makkah, kepulangan itu disebut nafar awwal.

Jika mabit sampai tanggal 13 baru pulang kembali ke hotel Makkah, kepulangan itu disebut nafar tsani.

Walaupun diperbolehkan nafar awwal, KBIHU ‘Aisyiyah memilih nafar tsani sebagaimana hajinya Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

TANGGAL 13 DZULHIJJAH.

Membawa 21 kerikil atau lebih, berangkat bersama sambil bertakbir hari raya.

Melempar 3 Jumroh, waktunya sudah ditentukan oleh maktab.

Caranya sama dengan ketika melempar tanggal 11 dan 12. Selesai melempar 3 Jumroh, persiapan kembali ke hotel Makkah dengan naik bus.

Sampai di hotel, istirahat untuk persiapan MELAKUKAN  TAHALLUL TSANI, YAITU THOWAF IFADLOH DAN SA’I. (DENGAN MEMAKAI PAKAIAN BIASA.) (Bagi yang sakit, thowafnya menanti sembuh dan wanita haid thowafnya menanti suci)

Pada saatnya nanti setelah sembuh dan suci haid, diantar oleh mahrom dan pembimbing untuk thowaf dan sa’i.